Dugong itu satwa dilindungi, bukan bahan kerajinan
Di beberapa tempat masih beredar produk yang diklaim terbuat dari “taring duyung” (taring dugong). Perlu ditegaskan dari awal: dugong/duyung (Dugong dugon) adalah mamalia laut yang statusnya rentan punah, dan pemanfaatan maupun perdagangan bagian tubuhnya dilarang.
Perdagangan dugong bukan cuma isu etika, tapi pelanggaran hukum. Hukum konservasi Indonesia dan status CITES Appendix I berarti taring, tulang, kulit, hingga turunannya tidak boleh diperjualbelikan.
Kenapa produk “taring duyung” berbahaya buat konservasi
Permintaan terhadap bagian tubuh dugong membuat:
-
perburuan ilegal meningkat,
-
bangkai dugong yang terdampar rawan diambil bagian tubuhnya,
-
populasi makin tertekan, padahal dugong bereproduksi lambat dan bergantung pada padang lamun.
Singkatnya: setiap pembelian produk ini ikut memperpanjang rantai masalahnya.
Warning besar untuk pembeli: pasar “taring duyung” penuh pemalsuan
Terlepas dari ilegal, pasar produk ini juga tinggi penipuan:
- Barang yang datang sering beda dari foto.
- Banyak produk dari tulang sapi, resin, plastik, atau komposit yang dipoles menyerupai “ivory/keramik”.
- Klaim “asli” hampir mustahil diverifikasi oleh pembeli awam, dan penjual nakal memanfaatkan celah ini.
Studi perdagangan bagian dugong di area wisata Indonesia menunjukkan praktik jual-beli masih terjadi meski dilarang, dan situasi seperti ini cenderung memicu pemalsuan masif.
Saran aman: jangan beli. Kalau pun kamu melihatnya, anggap itu red flag: barang ilegal + potensi ditipu.
“Tapi saya lihat teksturnya halus dan dingin…”
Banyak testimoni menyebut material seperti ini “dingin saat dipakai, padat seperti keramik, mengilap, dan terasa berat.”
Hal-hal semacam itu tidak bisa dijadikan bukti keaslian, karena bahan sintetis modern atau tulang/komposit yang dipadatkan juga bisa meniru sensasi tersebut. Jadi, ciri fisik bukan validasi—yang valid justru status hukumnya: tidak legal untuk diperjualbelikan.
Alternatif legal yang mirip rasa pakainya
Kalau tujuannya sekadar ingin pipa rokok yang:
-
- terasa dingin,
- padat,
- nyaman di bibir,
- dan awet
Ada bahan legal yang jauh lebih aman:
-
-
kayu keras (briar, galih asem, eboni),
- tulang sapi dan tanduk kerbau.
-
Kamu tetap dapat pengalaman pakai yang mirip tanpa merusak satwa dilindungi.
Penutup
Produk yang diklaim dari “taring duyung” bukan sekadar barang mahal atau koleksi unik. Itu terkait langsung dengan satwa dilindungi, rantai perdagangan ilegal, dan risiko penipuan tinggi, terutama di jual-beli online. Pilihan paling bijak untuk konsumen: hindari membeli, laporkan jika menemukan perdagangan, dan pilih bahan alternatif yang legal.
