dugong taring duyung tarduy

Apa itu Taring Duyung Dugong (Tarduy)

Istilah “taring duyung” di Indonesia biasanya merujuk pada gigi taring dugong (Dugong dugon)—mamalia laut pemakan lamun yang sering dianggap inspirasi legenda putri duyung. Walau ukurannya kecil, taring ini punya peran besar dalam ilmu pengetahuan dan konservasi.

Apa itu taring dugong?

Taring dugong sebenarnya adalah gigi seri atas yang memanjang. Semua dugong punya taring, tetapi:

  • Jantan dewasa biasanya punya taring yang keluar jelas saat pubertas.
  • Betina umumnya tidak menampakkan taring, kecuali pada usia sangat tua.

Karena itu, taring sering dipakai peneliti untuk mengenali jenis kelamin dan tingkat kedewasaan dugong.

Fungsinya buat dugong

Taring bukan hiasan. Literatur menunjukkan dua fungsi utama:

  1. Membantu makan – dugong menggali dasar laut untuk mencabut lamun, dan taring membantu proses itu.
  2. Interaksi sosial jantan – pada musim kawin, taring ikut berperan dalam kompetisi antar jantan. Bekas goresan taring di tubuh dugong lain sering jadi tanda aktivitas reproduksi.

Kenapa taring penting untuk riset?

Karena dugong sulit dipantau langsung, taring jadi “arsip hidup”:

  • Di dalam taring ada lapisan pertumbuhan mirip cincin pohon.
  • Dari lapisan ini, peneliti bisa memperkirakan umur dugong dan menilai struktur umur populasi.

Ini penting karena dugong bereproduksi lambat, jadi kehilangan dugong dewasa sangat berdampak bagi populasi.

Tapi taring juga jadi ancaman

Di beberapa wilayah pesisir, taring dugong dipercaya punya tuah atau dijadikan suvenir. Masalahnya, ini memicu perburuan dan perdagangan ilegal.

Padahal dugong:

  • berstatus rentan punah,
  • dilindungi penuh di Indonesia,
  • dan perdagangan bagian tubuhnya dilarang total.

Ancaman terbesar tetap lamun hilang

Selain perburuan, dugong paling terancam oleh rusaknya padang lamun akibat reklamasi, pencemaran, jangkar kapal, dan alat tangkap destruktif. Tanpa lamun, dugong kehilangan pakan dan makin sering terdampar.

pipa rokok taring duyung

Ciri Pipa Rokok Taring Duyung ‘Tarduy’ Asli – Edukasi Konservasi

Dugong itu satwa dilindungi, bukan bahan kerajinan

Di beberapa tempat masih beredar produk yang diklaim terbuat dari “taring duyung” (taring dugong). Perlu ditegaskan dari awal: dugong/duyung (Dugong dugon) adalah mamalia laut yang statusnya rentan punah, dan pemanfaatan maupun perdagangan bagian tubuhnya dilarang.

Perdagangan dugong bukan cuma isu etika, tapi pelanggaran hukum. Hukum konservasi Indonesia dan status CITES Appendix I berarti taring, tulang, kulit, hingga turunannya tidak boleh diperjualbelikan.

Kenapa produk “taring duyung” berbahaya buat konservasi

Permintaan terhadap bagian tubuh dugong membuat:

  • perburuan ilegal meningkat,

  • bangkai dugong yang terdampar rawan diambil bagian tubuhnya,

  • populasi makin tertekan, padahal dugong bereproduksi lambat dan bergantung pada padang lamun.

Singkatnya: setiap pembelian produk ini ikut memperpanjang rantai masalahnya.

Warning besar untuk pembeli: pasar “taring duyung” penuh pemalsuan

Terlepas dari ilegal, pasar produk ini juga tinggi penipuan:

  • Barang yang datang sering beda dari foto.
  • Banyak produk dari tulang sapi, resin, plastik, atau komposit yang dipoles menyerupai “ivory/keramik”.
  • Klaim “asli” hampir mustahil diverifikasi oleh pembeli awam, dan penjual nakal memanfaatkan celah ini.
    Studi perdagangan bagian dugong di area wisata Indonesia menunjukkan praktik jual-beli masih terjadi meski dilarang, dan situasi seperti ini cenderung memicu pemalsuan masif. 

Saran aman: jangan beli. Kalau pun kamu melihatnya, anggap itu red flag: barang ilegal + potensi ditipu.

“Tapi saya lihat teksturnya halus dan dingin…”

Banyak testimoni menyebut material seperti ini “dingin saat dipakai, padat seperti keramik, mengilap, dan terasa berat.”
Hal-hal semacam itu tidak bisa dijadikan bukti keaslian, karena bahan sintetis modern atau tulang/komposit yang dipadatkan juga bisa meniru sensasi tersebut. Jadi, ciri fisik bukan validasi—yang valid justru status hukumnya: tidak legal untuk diperjualbelikan.

Alternatif legal yang mirip rasa pakainya

Kalau tujuannya sekadar ingin pipa rokok yang:

    • terasa dingin,
    • padat,
    • nyaman di bibir,
    • dan awet

Ada bahan legal yang jauh lebih aman:

    • kayu keras (briar, galih asem, eboni),

    • tulang sapi dan tanduk kerbau.

Kamu tetap dapat pengalaman pakai yang mirip tanpa merusak satwa dilindungi.

Penutup

Produk yang diklaim dari “taring duyung” bukan sekadar barang mahal atau koleksi unik. Itu terkait langsung dengan satwa dilindungi, rantai perdagangan ilegal, dan risiko penipuan tinggi, terutama di jual-beli online. Pilihan paling bijak untuk konsumen: hindari membeli, laporkan jika menemukan perdagangan, dan pilih bahan alternatif yang legal.